Cinta dan Sahabat
SMA
sekitar jam 06:30, dika menatap keluar jendela dengan mata
yang masih sayu, dia memang baru bangun tidur. dika memandangi langit yang
mendung dan tidak bersemangat untuk pergi kesekolah, dan memilih untuk
menyambung tidurnya.
baru saja lima menit dika membaringkan tubuhnya kembali, terdengar suara gedoran pintu dan memanggi-manggil namanya.
"Dika..dika..dika..dik..bangun dik!!.. kamu harus sekolah"
yak benar itu mamanya dika, yang setiap harinya harus bersikeras membangunkannya untuk berangkat sekolah, padahal dika sudah kelas satu SMA.
"iya ma, iyanih aku bangun" sahut dika dan sembari berjalan menuju cermin dan melihat rambut dan wajahnya yang masih acak-acakan, tau akan itu dika segera mengambil handuk dan segera menuju kekamar mandi, yang memang berada di pojok kamarnya.
setelah selesai mandi, dika langsung berpakaian dan langsung menuju meja makan yang memang dekat dari kamarnya.
saat makan dika ditanya oleh papanya, yang juga sedang sarapan bersamanya
"Dik..kapan sih, kamu bawa pacar kamu kesini?"(sambil menyuap nasi)
"pacar?" tanya dika bingung, "maaf pa, aku belum tau masalah Cinta-cintaan" sambungnya
"Masak udah segede ini gak tau masalah cinta?" tanya papa meledek
"gini yapa, aku gaktau tentang cinta-cintaan, dan aku gak mau tau sekarang, aku pengen sukses dulu, baru kalo udah pasti nikahin aja lansung, simple kan?" jawab dika, (sambil mengambil tas dan langsung berangkat kesekolah).
dika berjalan menuju garasi dan mengeluarkan mobilnya yang sudah jelas usang, berwarna merah mencolok, dengan bumper yang mirip dengan bumper mobil belanda jaman dulu, mobil yang seringkali mogok.
~~~~~*~~~~~*~~~~~
sesampainya disekolah dika berjalan menuju kelasnya, tetapi jalannya terhenti, ketika melihat keramaian di aula, dika pun berjalan menuju keramaian itu dan bertanya pada murid2 yang ada disitu.
"ngapain nih rame-rame?" tanya dika pada salah seorang cewek yang berdiri didepannya.
"nih..ntar malem ada Pensi, lo dateng ya!!" jawab cewek itu (sambil menjulurkan selebaran)
"Oo.. makasiya" sahut dika (sambil menerima selebaran yang diberi cewekitu)
dika memasukkan selebaran itu kedalam tasnya, dan melanjutkan jalannya menuju kelasnya, yang sudah kelihatan ada Julian disana, ya Julian adalah temen paling dekat dika. sesampainya didepan kelas, dika langsung bertanya pada julian yang juga ada didepan kelas.
"jul..tumben lo cepet dateng?"
"iyanih.. tadikan mendung, gue takut keujanan, makanya gue dateng cepet"
"oo.. denger-denger ntar malam ada pensi ya?" tanya dika(sambil mengeluarkan selebaran tadi dari tasnya) "dateng yok" sambungnya.
"yok.. gue juga males dirumah terus" jawabjulian.
"oke.. ntar malem gue yang jemput" ajak dika lagi.
"seep!! yaudah masuk yok!!" ajak julian(sambil berjalan masuk kekelas)
~~~~~*~~~~~*~~~~~
jam pelajaran sudah habis, dika memandang kembali langit yang tadinya mendung kini sudah cerah kembali, dika berjalan pulang menuju parkiran siswa, sesampainya di parkiran, dika melihat cewek yang ditemuinya tadi.
"eh..ngapainlo?" tanya dika iseng
"nungguin papa nih" jawabnya
"oo.. emangnya rumah lo kearah mana?" tanya dika lagi
"kesana!" (menunjuk kearah kanan jalan) yang memang sejalan dengan rumah dika
"ohyaudah.. bareng aja yuk!!" ajak dika"kita sejalan kok" sambungnya
"gakpapa ni?" tanya cewek itu
"beneran, gakpapa, yok" (sambil membukakan pintu mobilnya)
dika sangat penasaran dengan cewek yang sekarang ada bersamanya ini, sehingga memberanikan diri untuk mulai pembicaraan duluan.
"DIKA" (sembari menjulurkan tangannya untuk berkenalan)
"CINDY" (membalas juluran tangan dika)
"oiya.. lo kelas berapa?" tanya dika
"kelas satu A" jawabnya
"oo.. gue B"
"Deketan dong?" potongnya "eh.. pensi ntar male longapain?" tanya cindy
"gak ada, gue gak ikut ekskul apa2" jawab dika
"kenapa gak ikut?" tanya cindy lagi
"Males gue, emangnya lo ikut apa?" tanya dika balik
"BAND, eh depan itu rumah gue" sambungnya
"oiya" jawab dika(sambil menghentikan mobilnya di depan rumah yang ditunjuk cindy tadi)
"makasiya!" ucap ciny
"iya" balas dika
Cindy turun dari mobil dika, dan berjalan menuju pagar rumahnya, tapi tibatiba dika memanggilnya kembali.
"Cindy!!" teriak dika
"Apa?" sahutnya
"Tukeran nomor yok" ajak dika malu
Cindy tersenyum dan sembari menyebutkan menyebutkan nomor HPnya "0856-7007-3688"
Dika dengan cepat mencatatkan nomor itu ditangannya dengan pulpen.
"ntar gue telepon ya!!"
"iya" jawab cindy
~~~~~*~~~~~*~~~~~
sesampainya dika dirumah, dia langsung menuju kamar dan mengambil telepon genggam yang ada di kamarnya, dan langsung menelepon cindy.
Tuuut..tut.tuut... suara HP dika yang masih belum diangkat cindy.
"angkat donf... please angkat" harap dika pelan
"halo!" shut cindy
"Cindy ya?" tanya dika
"iya, siapaya?" tanya cindy balik
"Gue dika, yang tadi"
"oo..kok cepet banget nelponnya?"
"iyanih, gangguya?" tanya dika
"enggak kok, gakpapa" jawabnya
"oiya, ntar malem lo sama siapa kepensi nya?"
"dianter sama papa"
"oyauda, band lo tampil nomor berapa?" tanya dika lagi(sambil melihat selebaran yang diberi cindy tadi)
"Tiga" jawabnya spontan
"oo.. lo jadi apa di Band lo?"
"Vokal dik"
"Suara lo bagus dong?!"
"yaiyalah namanya juga vokalis" (dengan nada sombong)
"yeeh..belagu banget nih anak"
"haha..becanda kok" ucapnya "oiya dik!"
"apa?" sahut dika
"Lo mau nggak, jadi temen gue?" tanya cindy malu
"emangnya sekarang kita musuhan?" (dengan nada meledek)
"enggak sih, cuman gue mau lebih kenal deket samalo, lo tu beda"
"ah biasa aja" jawab dika
tut..tuut..tut..HPdika mati.
"yaah.. pake abis batre lagi"(kesal)
Dika langsung mencharger HPnya dikamarnya, dan langsung ganti pakaian. sesudah ganti pakaian dika membaringkan tubuhnya di ranjangnya, dan membuka laptop yang tertulis jelas namanya diatas laptop yang memang masih baru.
Dika membuka blognya yang namanya "DikaSMA.COM". dan langsung menulis semua yang dialaminya dari tadi pagi sampai sekarang. yak blog sudah seperti buku diary baginya, tempatnya menuliskan semua perasaan yang pernah dialaminya, tapi tak terlihat satupun kalimat yang bertuliskan bahwa dia sedang mencintai.
Ketika sedang asik menulis diblognya, terdengar suara lemparan batu dari bawah, kearah jendela kamarnya yang memang terhubung dengan halaman samping rumahnya.
Dika langsung membuka jendela itu, ternyata itu julian yang ada dihalaman samping rumahnya.
"Ngapain sih lo?" tanya dika
"gue gakada kerjaan nih, keluar yok!!" ajak julian
"Gue nulis nih" sahut dika
"Bentar aja dik, ntar sore aja lanjutin lagi!" ajak julian sedikit memaksa
"yaudah..yok"
Dika turun dari kamarnya yangmemang ada dilantai dua rumahnya. sesampainya didepan garasi, dika langsung mengeluarkan mobilnya, yang juga sudah ada julian disana, julian pun langsuk masuk kedalam mobil.
"kita mau kemana nih?" tanya dika
"tempat biasa, gue mau rileks dulu'' jawabnya
"oo.. yok"
Merekalangsung pergi ketempat yang dimaksud julian tadi, tapi mobil dika terhenti ketika dika melihat rumah cindy, yang diantarnya tadi. Dika coba menghubungi cindy lewat SMS.
Cindy? Lo dirumah gak?
iyanih,emang kenapa? keluar yok!
Kemana?
uda yok, gue udah didepan rumahlo nih!
Cindy menatap keluar jendela, yang memang sudah ada mobil dika disana.
Bentarya, gue ganti baju dulu!
Seep!
"longapain sih?" tanya julian penasaran
"bentar!" desak dika
Julian memandangi rumah yang dipandangi dika dari tadi, julian melihat ada cewek yang keluar dari rumah itu, cewek cantik pake kaos merah dengan celana jeans terasa cocok dengan dandanannya yang simple.
"Lo..duduk dibelakang!" sambil menatap julian yang duduk disampingnya
"eh..kenapa?" tanya julian
"temen baru gue mau ikut" jawabnya
Julian pun mengalah, dia duduk dibelakang. dika keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untuk cindy.
"yok" ajak dika
"makasi" sahut sindy
Merekapun langsung pergi kearah sekolah mereka, dan berhenti dirumah kecil debelakang sekolah itu.
"kita kemana nih?" tanya cindy
" udah, loliat aja!" (sambil menghentikan mobilnya didepan rumah kecil yang berukuran 4x4 itu.)
"rumah siapa ni?" tanya cindy lagi
"ini tempat gue sama julian nongkrong!"
"julian?" tanyanya
"oiya, gue belum ngenalin ya" jawab dika"Cindy ini julian, julian ini cindy" sambung dika
"Julian!!" (sambil menjulurkan tangan nya)
"Cindy!! (membalas juluran tangan julian yang bermaksud untuk bersalaman)
"yaudah.. masuk yok" ajak dika (sambil membuka pintu rumah itu)
cindy pun masuk kerumah itu, yang memang masih penasaran dengan rumah itu, Cindy melihati banyak foto-foto dan benda lain menempel didinding rumah itu.
"Nah.. ini tempat kita nongkrong bareng, dan lo bakal bergabung dengan tim kita" ajak dika
"ha.. secepat itu?" tanya cindy "ini kan tempat rahasia lo!" sambung nya
"emangnya kenapa?, kitakan udah temenan, dan gue mau lo jadi temen yang setia buat kita, ya gak jul? tanya dika pada julian
Julian terdiam dan bingung, dan berbisik ketelinga dika.
"masak secepat itu sih dik, kita kan gak tau siapa dia!" bisik julian
"eh.. lo yang gak tau, gue uda tau siapa dia"
"ah.. terserah lo deh dik" jawab julian pasrah
"Beneran nih?, Kalian mau temenan sama ak?" Potong cindy
"iya" jawab dika. "tapi lo harus janji gak bakalan ngasi tau tempat ini keorang-orang"
"okeoke" jawab cindy senyum
"tapi kita juga punya janji dan misi" cetus julian
"Janji dan misi apaan?" tanya cindy
"janji kita dalah, jangan pernah berubah ketika ada yang tersakiti, jangan pernah putus persahabatan meskipun perkelahian besar terjadi. dan yang terakhir jangan pernah lupakan persahabatan ini sampai dewasa, menikah, maupun sampai mati. dan ingat hanya kematian yang memutuskan persahabatan kita" pertegas julian
Cindy hanya diam dan mendengarkan, dan berkata.
"oke.. gue janji, dan gue bakalan inget selalu, trus misi kita apa?"
"misikita adalah membuat semua masalah orang lai terselesaikan"
"kenapa harus masalah orang lain?" tanya cindy
"yaa.. inilah solidaritas dan kepedulian kita sesama sahabat" potong dika yang dari tadi hanya diam, yang sembari menjulurkan tangan nya untuk tos, dan diikuti tangan julian yang meletakkan tangannya diatas tangan dika.
Cindy terdiam sejenak, tapi dia juga ikut menaruh tangan nya diatas tangan mereka berdua, dan melontarkan tangan mereka, sembari berteriak "SA HA BAT SE LA MA NYA!!"
~~~~~*~~~~~*~~~~~
ketika sudah sore cindy mengajak kedua teman barunya itu pulang, padahal julian baru saja tertidur.
"Udah sore ni, pulang yuk!" Ajaknya
"yok, bangunin dulu julian tuh!" seru dika
"iya," sahutnya. "Jul ..julian bangun dong julian, udah sore ni, gue mau pulang" desak cindy sambil menggoyang-goyang badan julian.
"yaellah baru juga tidur, udah dibangunin" Ucap julian setelah bangun dari tidurnya.
"buruan, gue mau pulang nih!" ucap cindy lagi
"iyaiya, cerewet banget sih nih anak" cetus julian
"yee.. loyang susah dibangunin, malah nuduh orang cerewet" Sahut cindy
"woii..bisa cepet gak, katanya mau pulang!" Potong dika
"iyanih, julian lama banget" jawab cindy
"yaudah yok!" Sahut julian (sembari berjalan menuju mobil dika)
Mereka berjalan memasuki mobil yang memang ada di depan rumah kecil itu, dan langsung pulang. ketika didalam mobil, ada perbincangan seru yang terjadi antara mereka bertiga.
"eh..cin, lo ntar malem datenggak?"
"datenglah, gue ngisi acara"(dengan nada sombong)
"yaellah, dateng lagi belagu nih anak!" Potong dika
"hahah.. becanda becanda" jawab cindy
"emangnya ntar malem lo ngapain?" tanya julian lagi
"gue nyanyi sama band gue" jawab cindy
"ooh.. lo vokalisnya ya?"
"iya dong"
"cobak nyanyi dikit!" seru dika
"nyanyi lagu apa?" tanya cindy
"lagu kesukaan gue ya?" tawar dika
"terserah lo" sedikit menantang
"lagunya Sheila on 7, yang judulnya Yang terlewatkan" seru dika
"itu lagu kesukaan lo juga ya?, sama dong!, gue juga suka" ucap cindy
"oiya, cobak nyanyi!" seru dika
cindy pun menyanyikan lagu itu sesuai permintaan kedua temannya itu, dan tak kesadaran, mereka sudah sampai dirumah cindy.
"eh.. itu rumahlo kan cin?" tanya dika memotong nyanyian cindy (sambil menunjuk kearah rimah cindy)
"iya, masak lo lupa! baru juga tadi lo kesini" ucap cindy
"iyanih gue lupa" jawab dika
Cindy pun turun dari mobil dan bilang.
"makasiya dik, atas jalan-jalan singkatnya!" Ucap cindy senyum
"iya, samasama"
Dika dan julian pun melajutkan perjalanan pulang.
"dik, anterin gue pulang dong!"
"maless!!" cetus dika
"yaellah dik, kan deket , pelit amat sih lo" ucap julian
"emang pelit!!, Udah sana lo keluar!" ucap dika yang baru saja menghentikan mobilnya didepan rumahnya.
"yaellah, dini amat punya temen" sambil membuka pentu mobil dan turun
"jalan kaki aja lo sana" ucap dika meledek
"yee.. enak ajalo, eh dik, ntar malem lo jadi jemput gue kan?" tanya julian
"jadii, tenang ajalo!" seru dika
"gak bareng ama cindy dik?" tanya julian lagi
"gak, katanya dianter ama bokapnya" jawabnya
"oo... yaudah, gue tunggu ntar malem didepan rumah gue!" ucap julian sembari berjalan pergi meninggalkan mobil dika.
~~~~~*~~~~~*~~~~~
lantunan lagu Sheila on 7 yang berjudul itu aku, terdengar jelas dari radio yang berbunyi dikamar dika, ya memang dika penggemar berat sheila on 7.
Sekita jam 19:30, dika keluar dari kamar mani yang memang baru selesai mandi, dan langsung berpakaian rapi. dengan kemeja abuabu bermotif polkadot putih menghiasi pakaian atas dika, dengan celana hitam dan sepati hitam, yang kelihatannya mahal.
Ketika selesai berpakaian, dika melihat HPnya yang dari tadi belum dilihatnya, dika melihat tulisan "4 panggilan tak terjawab - Cindy" dan 1 pesan masuk yang bertuliskan.
Dik ..Kalo lo jadi pergi, lo jemput gue ya!, Bokap gue gak jadi nganter gue nih, dia belum pulang dari kantor!! Please gue tunggu!!
Dika tersenyum melihat SMS yang dibacanya itu dan langsung bergegas keluar dari rumahnya, dan langsung menjemput julian.
baru saja lima menit dika membaringkan tubuhnya kembali, terdengar suara gedoran pintu dan memanggi-manggil namanya.
"Dika..dika..dika..dik..bangun dik!!.. kamu harus sekolah"
yak benar itu mamanya dika, yang setiap harinya harus bersikeras membangunkannya untuk berangkat sekolah, padahal dika sudah kelas satu SMA.
"iya ma, iyanih aku bangun" sahut dika dan sembari berjalan menuju cermin dan melihat rambut dan wajahnya yang masih acak-acakan, tau akan itu dika segera mengambil handuk dan segera menuju kekamar mandi, yang memang berada di pojok kamarnya.
setelah selesai mandi, dika langsung berpakaian dan langsung menuju meja makan yang memang dekat dari kamarnya.
saat makan dika ditanya oleh papanya, yang juga sedang sarapan bersamanya
"Dik..kapan sih, kamu bawa pacar kamu kesini?"(sambil menyuap nasi)
"pacar?" tanya dika bingung, "maaf pa, aku belum tau masalah Cinta-cintaan" sambungnya
"Masak udah segede ini gak tau masalah cinta?" tanya papa meledek
"gini yapa, aku gaktau tentang cinta-cintaan, dan aku gak mau tau sekarang, aku pengen sukses dulu, baru kalo udah pasti nikahin aja lansung, simple kan?" jawab dika, (sambil mengambil tas dan langsung berangkat kesekolah).
dika berjalan menuju garasi dan mengeluarkan mobilnya yang sudah jelas usang, berwarna merah mencolok, dengan bumper yang mirip dengan bumper mobil belanda jaman dulu, mobil yang seringkali mogok.
~~~~~*~~~~~*~~~~~
sesampainya disekolah dika berjalan menuju kelasnya, tetapi jalannya terhenti, ketika melihat keramaian di aula, dika pun berjalan menuju keramaian itu dan bertanya pada murid2 yang ada disitu.
"ngapain nih rame-rame?" tanya dika pada salah seorang cewek yang berdiri didepannya.
"nih..ntar malem ada Pensi, lo dateng ya!!" jawab cewek itu (sambil menjulurkan selebaran)
"Oo.. makasiya" sahut dika (sambil menerima selebaran yang diberi cewekitu)
dika memasukkan selebaran itu kedalam tasnya, dan melanjutkan jalannya menuju kelasnya, yang sudah kelihatan ada Julian disana, ya Julian adalah temen paling dekat dika. sesampainya didepan kelas, dika langsung bertanya pada julian yang juga ada didepan kelas.
"jul..tumben lo cepet dateng?"
"iyanih.. tadikan mendung, gue takut keujanan, makanya gue dateng cepet"
"oo.. denger-denger ntar malam ada pensi ya?" tanya dika(sambil mengeluarkan selebaran tadi dari tasnya) "dateng yok" sambungnya.
"yok.. gue juga males dirumah terus" jawabjulian.
"oke.. ntar malem gue yang jemput" ajak dika lagi.
"seep!! yaudah masuk yok!!" ajak julian(sambil berjalan masuk kekelas)
~~~~~*~~~~~*~~~~~
jam pelajaran sudah habis, dika memandang kembali langit yang tadinya mendung kini sudah cerah kembali, dika berjalan pulang menuju parkiran siswa, sesampainya di parkiran, dika melihat cewek yang ditemuinya tadi.
"eh..ngapainlo?" tanya dika iseng
"nungguin papa nih" jawabnya
"oo.. emangnya rumah lo kearah mana?" tanya dika lagi
"kesana!" (menunjuk kearah kanan jalan) yang memang sejalan dengan rumah dika
"ohyaudah.. bareng aja yuk!!" ajak dika"kita sejalan kok" sambungnya
"gakpapa ni?" tanya cewek itu
"beneran, gakpapa, yok" (sambil membukakan pintu mobilnya)
dika sangat penasaran dengan cewek yang sekarang ada bersamanya ini, sehingga memberanikan diri untuk mulai pembicaraan duluan.
"DIKA" (sembari menjulurkan tangannya untuk berkenalan)
"CINDY" (membalas juluran tangan dika)
"oiya.. lo kelas berapa?" tanya dika
"kelas satu A" jawabnya
"oo.. gue B"
"Deketan dong?" potongnya "eh.. pensi ntar male longapain?" tanya cindy
"gak ada, gue gak ikut ekskul apa2" jawab dika
"kenapa gak ikut?" tanya cindy lagi
"Males gue, emangnya lo ikut apa?" tanya dika balik
"BAND, eh depan itu rumah gue" sambungnya
"oiya" jawab dika(sambil menghentikan mobilnya di depan rumah yang ditunjuk cindy tadi)
"makasiya!" ucap ciny
"iya" balas dika
Cindy turun dari mobil dika, dan berjalan menuju pagar rumahnya, tapi tibatiba dika memanggilnya kembali.
"Cindy!!" teriak dika
"Apa?" sahutnya
"Tukeran nomor yok" ajak dika malu
Cindy tersenyum dan sembari menyebutkan menyebutkan nomor HPnya "0856-7007-3688"
Dika dengan cepat mencatatkan nomor itu ditangannya dengan pulpen.
"ntar gue telepon ya!!"
"iya" jawab cindy
~~~~~*~~~~~*~~~~~
sesampainya dika dirumah, dia langsung menuju kamar dan mengambil telepon genggam yang ada di kamarnya, dan langsung menelepon cindy.
Tuuut..tut.tuut... suara HP dika yang masih belum diangkat cindy.
"angkat donf... please angkat" harap dika pelan
"halo!" shut cindy
"Cindy ya?" tanya dika
"iya, siapaya?" tanya cindy balik
"Gue dika, yang tadi"
"oo..kok cepet banget nelponnya?"
"iyanih, gangguya?" tanya dika
"enggak kok, gakpapa" jawabnya
"oiya, ntar malem lo sama siapa kepensi nya?"
"dianter sama papa"
"oyauda, band lo tampil nomor berapa?" tanya dika lagi(sambil melihat selebaran yang diberi cindy tadi)
"Tiga" jawabnya spontan
"oo.. lo jadi apa di Band lo?"
"Vokal dik"
"Suara lo bagus dong?!"
"yaiyalah namanya juga vokalis" (dengan nada sombong)
"yeeh..belagu banget nih anak"
"haha..becanda kok" ucapnya "oiya dik!"
"apa?" sahut dika
"Lo mau nggak, jadi temen gue?" tanya cindy malu
"emangnya sekarang kita musuhan?" (dengan nada meledek)
"enggak sih, cuman gue mau lebih kenal deket samalo, lo tu beda"
"ah biasa aja" jawab dika
tut..tuut..tut..HPdika mati.
"yaah.. pake abis batre lagi"(kesal)
Dika langsung mencharger HPnya dikamarnya, dan langsung ganti pakaian. sesudah ganti pakaian dika membaringkan tubuhnya di ranjangnya, dan membuka laptop yang tertulis jelas namanya diatas laptop yang memang masih baru.
Dika membuka blognya yang namanya "DikaSMA.COM". dan langsung menulis semua yang dialaminya dari tadi pagi sampai sekarang. yak blog sudah seperti buku diary baginya, tempatnya menuliskan semua perasaan yang pernah dialaminya, tapi tak terlihat satupun kalimat yang bertuliskan bahwa dia sedang mencintai.
Ketika sedang asik menulis diblognya, terdengar suara lemparan batu dari bawah, kearah jendela kamarnya yang memang terhubung dengan halaman samping rumahnya.
Dika langsung membuka jendela itu, ternyata itu julian yang ada dihalaman samping rumahnya.
"Ngapain sih lo?" tanya dika
"gue gakada kerjaan nih, keluar yok!!" ajak julian
"Gue nulis nih" sahut dika
"Bentar aja dik, ntar sore aja lanjutin lagi!" ajak julian sedikit memaksa
"yaudah..yok"
Dika turun dari kamarnya yangmemang ada dilantai dua rumahnya. sesampainya didepan garasi, dika langsung mengeluarkan mobilnya, yang juga sudah ada julian disana, julian pun langsuk masuk kedalam mobil.
"kita mau kemana nih?" tanya dika
"tempat biasa, gue mau rileks dulu'' jawabnya
"oo.. yok"
Merekalangsung pergi ketempat yang dimaksud julian tadi, tapi mobil dika terhenti ketika dika melihat rumah cindy, yang diantarnya tadi. Dika coba menghubungi cindy lewat SMS.
Cindy? Lo dirumah gak?
iyanih,emang kenapa? keluar yok!
Kemana?
uda yok, gue udah didepan rumahlo nih!
Cindy menatap keluar jendela, yang memang sudah ada mobil dika disana.
Bentarya, gue ganti baju dulu!
Seep!
"longapain sih?" tanya julian penasaran
"bentar!" desak dika
Julian memandangi rumah yang dipandangi dika dari tadi, julian melihat ada cewek yang keluar dari rumah itu, cewek cantik pake kaos merah dengan celana jeans terasa cocok dengan dandanannya yang simple.
"Lo..duduk dibelakang!" sambil menatap julian yang duduk disampingnya
"eh..kenapa?" tanya julian
"temen baru gue mau ikut" jawabnya
Julian pun mengalah, dia duduk dibelakang. dika keluar dari mobilnya dan membukakan pintu mobilnya untuk cindy.
"yok" ajak dika
"makasi" sahut sindy
Merekapun langsung pergi kearah sekolah mereka, dan berhenti dirumah kecil debelakang sekolah itu.
"kita kemana nih?" tanya cindy
" udah, loliat aja!" (sambil menghentikan mobilnya didepan rumah kecil yang berukuran 4x4 itu.)
"rumah siapa ni?" tanya cindy lagi
"ini tempat gue sama julian nongkrong!"
"julian?" tanyanya
"oiya, gue belum ngenalin ya" jawab dika"Cindy ini julian, julian ini cindy" sambung dika
"Julian!!" (sambil menjulurkan tangan nya)
"Cindy!! (membalas juluran tangan julian yang bermaksud untuk bersalaman)
"yaudah.. masuk yok" ajak dika (sambil membuka pintu rumah itu)
cindy pun masuk kerumah itu, yang memang masih penasaran dengan rumah itu, Cindy melihati banyak foto-foto dan benda lain menempel didinding rumah itu.
"Nah.. ini tempat kita nongkrong bareng, dan lo bakal bergabung dengan tim kita" ajak dika
"ha.. secepat itu?" tanya cindy "ini kan tempat rahasia lo!" sambung nya
"emangnya kenapa?, kitakan udah temenan, dan gue mau lo jadi temen yang setia buat kita, ya gak jul? tanya dika pada julian
Julian terdiam dan bingung, dan berbisik ketelinga dika.
"masak secepat itu sih dik, kita kan gak tau siapa dia!" bisik julian
"eh.. lo yang gak tau, gue uda tau siapa dia"
"ah.. terserah lo deh dik" jawab julian pasrah
"Beneran nih?, Kalian mau temenan sama ak?" Potong cindy
"iya" jawab dika. "tapi lo harus janji gak bakalan ngasi tau tempat ini keorang-orang"
"okeoke" jawab cindy senyum
"tapi kita juga punya janji dan misi" cetus julian
"Janji dan misi apaan?" tanya cindy
"janji kita dalah, jangan pernah berubah ketika ada yang tersakiti, jangan pernah putus persahabatan meskipun perkelahian besar terjadi. dan yang terakhir jangan pernah lupakan persahabatan ini sampai dewasa, menikah, maupun sampai mati. dan ingat hanya kematian yang memutuskan persahabatan kita" pertegas julian
Cindy hanya diam dan mendengarkan, dan berkata.
"oke.. gue janji, dan gue bakalan inget selalu, trus misi kita apa?"
"misikita adalah membuat semua masalah orang lai terselesaikan"
"kenapa harus masalah orang lain?" tanya cindy
"yaa.. inilah solidaritas dan kepedulian kita sesama sahabat" potong dika yang dari tadi hanya diam, yang sembari menjulurkan tangan nya untuk tos, dan diikuti tangan julian yang meletakkan tangannya diatas tangan dika.
Cindy terdiam sejenak, tapi dia juga ikut menaruh tangan nya diatas tangan mereka berdua, dan melontarkan tangan mereka, sembari berteriak "SA HA BAT SE LA MA NYA!!"
~~~~~*~~~~~*~~~~~
ketika sudah sore cindy mengajak kedua teman barunya itu pulang, padahal julian baru saja tertidur.
"Udah sore ni, pulang yuk!" Ajaknya
"yok, bangunin dulu julian tuh!" seru dika
"iya," sahutnya. "Jul ..julian bangun dong julian, udah sore ni, gue mau pulang" desak cindy sambil menggoyang-goyang badan julian.
"yaellah baru juga tidur, udah dibangunin" Ucap julian setelah bangun dari tidurnya.
"buruan, gue mau pulang nih!" ucap cindy lagi
"iyaiya, cerewet banget sih nih anak" cetus julian
"yee.. loyang susah dibangunin, malah nuduh orang cerewet" Sahut cindy
"woii..bisa cepet gak, katanya mau pulang!" Potong dika
"iyanih, julian lama banget" jawab cindy
"yaudah yok!" Sahut julian (sembari berjalan menuju mobil dika)
Mereka berjalan memasuki mobil yang memang ada di depan rumah kecil itu, dan langsung pulang. ketika didalam mobil, ada perbincangan seru yang terjadi antara mereka bertiga.
"eh..cin, lo ntar malem datenggak?"
"datenglah, gue ngisi acara"(dengan nada sombong)
"yaellah, dateng lagi belagu nih anak!" Potong dika
"hahah.. becanda becanda" jawab cindy
"emangnya ntar malem lo ngapain?" tanya julian lagi
"gue nyanyi sama band gue" jawab cindy
"ooh.. lo vokalisnya ya?"
"iya dong"
"cobak nyanyi dikit!" seru dika
"nyanyi lagu apa?" tanya cindy
"lagu kesukaan gue ya?" tawar dika
"terserah lo" sedikit menantang
"lagunya Sheila on 7, yang judulnya Yang terlewatkan" seru dika
"itu lagu kesukaan lo juga ya?, sama dong!, gue juga suka" ucap cindy
"oiya, cobak nyanyi!" seru dika
cindy pun menyanyikan lagu itu sesuai permintaan kedua temannya itu, dan tak kesadaran, mereka sudah sampai dirumah cindy.
"eh.. itu rumahlo kan cin?" tanya dika memotong nyanyian cindy (sambil menunjuk kearah rimah cindy)
"iya, masak lo lupa! baru juga tadi lo kesini" ucap cindy
"iyanih gue lupa" jawab dika
Cindy pun turun dari mobil dan bilang.
"makasiya dik, atas jalan-jalan singkatnya!" Ucap cindy senyum
"iya, samasama"
Dika dan julian pun melajutkan perjalanan pulang.
"dik, anterin gue pulang dong!"
"maless!!" cetus dika
"yaellah dik, kan deket , pelit amat sih lo" ucap julian
"emang pelit!!, Udah sana lo keluar!" ucap dika yang baru saja menghentikan mobilnya didepan rumahnya.
"yaellah, dini amat punya temen" sambil membuka pentu mobil dan turun
"jalan kaki aja lo sana" ucap dika meledek
"yee.. enak ajalo, eh dik, ntar malem lo jadi jemput gue kan?" tanya julian
"jadii, tenang ajalo!" seru dika
"gak bareng ama cindy dik?" tanya julian lagi
"gak, katanya dianter ama bokapnya" jawabnya
"oo... yaudah, gue tunggu ntar malem didepan rumah gue!" ucap julian sembari berjalan pergi meninggalkan mobil dika.
~~~~~*~~~~~*~~~~~
lantunan lagu Sheila on 7 yang berjudul itu aku, terdengar jelas dari radio yang berbunyi dikamar dika, ya memang dika penggemar berat sheila on 7.
Sekita jam 19:30, dika keluar dari kamar mani yang memang baru selesai mandi, dan langsung berpakaian rapi. dengan kemeja abuabu bermotif polkadot putih menghiasi pakaian atas dika, dengan celana hitam dan sepati hitam, yang kelihatannya mahal.
Ketika selesai berpakaian, dika melihat HPnya yang dari tadi belum dilihatnya, dika melihat tulisan "4 panggilan tak terjawab - Cindy" dan 1 pesan masuk yang bertuliskan.
Dik ..Kalo lo jadi pergi, lo jemput gue ya!, Bokap gue gak jadi nganter gue nih, dia belum pulang dari kantor!! Please gue tunggu!!
Dika tersenyum melihat SMS yang dibacanya itu dan langsung bergegas keluar dari rumahnya, dan langsung menjemput julian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar